Monday, August 4, 2014

4 HASUTAN

Suatu hari Kancil bersiar-siar dalam hutan untuk mencari makanan. Cuaca pada hari tersebut sangat panas, menyebabkan Kancil merasa dahaga karena terlalu lama berjalan dan berusaha mencari sungai yang terdekat. Setelah merambah hutan akhirnya kancil sampai pada sebuah sungai yang sangat jernih airnya. Tanpa membuang waktu Kancil terus minum . Kancil terus bersiar-siar di tebing sungai dan ternampak kebun buahan yang sedang masak ranum di seberang sungai.

”Alangkah enaknya jika aku dapat menyeberangi sungai ini dan dapat menikmati buahan itu” fikir Kancil dan mencari akal bagaimana cara untuk menyeberangi sungai .  Kancil nampak Buaya yang sedang asyik berjemur di tebing sungai. Tanpa ragu-ragu Kancil terus menghampiri buaya yang sedang berjemur lalu berkata ” Hai sabahatku Buaya, apa khabar kamu pada hari ini?” Buaya yang sedang asyik menikmati cahaya matahari terus membuka mata dan didapati kancil yang menegurnya tadi “Kabar baik sahabatku Kancil” sambung buaya lagi “Apakah yang menyebabkan kamu datang ke mari?” jawab Sang Kancil “Aku membawa khabar gembira untuk kamu” mendengar kata-kata Sang Kacil, 
Buaya tidak sabar lagi ingin mendengar kabar yang dibawa oleh Kancil lalu berkata “Ceritakan kepada ku apakah yang engkau hendak sampaikan”.Kancil berkata “Aku diperintahkan oleh Raja Rimba supaya menghitung jumlah buaya yang terdapat di dalam sungai ini karena mahu memberi hadiah kepada kamu semua”. Mendengar saja nama Raja Rimba sudah takut seram ngeri semua binatang karena Raja Rimba sangat kuat dan tegas serta maha zalim.

“Baiklah, kamu tunggu di sini, aku akan turun ke dasar sungai untuk memanggil semua teman-temanku aku” kata Buaya. Sementara itu Kancil sudah mimipi untuk menikmati buahan itu. Tidak lama kemudian semua buaya yang berada di dasar sungai berkumpul di tebing sungai. Kancil berkata “Hai buaya sekalian, aku telah diperintahkan oleh Raja Rimba untuk menghitung jumlah kamu semua karena mahu memberi hadiah yang istimewa pada hari ini”..Semua buaya segera berbaris tanpa membantah. 
Kata Buaya tadi “Sekarang hitunglah, kami sudah siap” Dengan penuh wibawa Kancil berjalan mendekati mereka, Kancil mengambil sepotong kayu yang berada di situ lalu melompat ke atas buaya yang pertama di tepi sungai dan ia mula menghitung dengan menyebut “Satu dua, tiga..dan seterusnya, jantan betina aku ketuk” sambil mengetuk kepala buaya. Hingga kancil berhasil menyeberangi sungai. 
Moral Cerita ini : KECIL tidak menghalangi orang untuk MENCAPAI yang diinginkan asal dia menggunakan AKAL , demikian sebaliknya KUAT tidak menjamin keberhasilan bila tidak menggunakan akalnya, sehingga mudah dimanfaatkan orang lain untuk mencapai tujuan mereka.

No comments:

Post a Comment